Integritas Guru Pendidikan Kristen

Guru Pendidikan Agama Kristen adalah pribadi-pribadi yang mendapat panggilan profesional untuk melakukan tugas didaktik. Dalam melasanakan tugas ini, guru Pendidikan Kristen mesti menunjukkan integritasnya. Integritas tersebut dikembangkan dalam beberapa pokok bahasan berikut ini.

Pengertian Integritas

Menurut Kamus Besar bahasa Indonesia memakai kata integritas sebagai “mutu, sifat atau keadaan yang menunjukan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi atau kemampuan yang memancarkan kewibawaan atau kejujuran. Definisi ini tak jauh berbeda dengan rumusan Oxford Dictionary yang menguraikan integritas sebagai “quality of being honest and upright in character/ ... state or condition of being complete” (kualitas dari ketulusan hati dan kejujuran dalam karakter / ... keadaan Negara yang lengkap). (Jansen H. Sinamo dan Agus Santoso, 2002:119).

Kedua definisi di atas menunjukan bahwa karakter dan perilaku positif itu menjadi substansi penting dalam integritas. Di samping itu, integritas juga merupakan hal pokok dalam jati diri manusia yang utuh, jujur dan berwibawa maka jelas akan terjadi dalam diri guru PAK, harus memiliki integritas diri seperti yang dinyatakan oleh John C.Maxwell, kalau seseorang mempunyai integritas, kata-kata dan perbuatannya juga harus sesuai dengan dirinya, tetap dia tidak peduli di mana dirinya atau bersama siapa (John C.maxwell, 1995:37).

Dari sisi definisi, integritas adalah melakukan dan mengucapkan hal yang benar, siapapun yang sedang melakukan hal yang sama, bahkan seandainyapun tak ada yang memperhatikan. Mempraktekkan serta jujur dengan diri sendiri dan sesama termasuk peserta didik tentang siapa dirinya yang sebenarnya, kalau seorang guru mempunyai integritas, maka ia akan utuh, tidak rusak sebab yang diucapkan dengan yang dilakukan oleh guru tersebut cocok.

Penghargaan kepada diri sendiri adalah indikator penting dari integritas diri sebagai seorang manusia. Tanpa integritas pribadi seseorang tidak mungkin mempunyai integritas dalam memimpin orang lain (Fred Smith. S.R, 2002:17). Di dunia sekarang ini, banyak sekali yang disebut pemimpin maupun guru-guru itu tidak mempunyai integritas pribadi, jika menonton TV. membaca surat kabar, maka akan terlihat berbagai skandal tentang bintang olahraga, bintang film dan bahkan pemimpin-¬pemimpin termasuk guru-guru, tertinggi dari negara ini memusingkan soal integritas. Dari hal-hal di atas yang mempengaruhi seseorang tidak mempunyai integritas pribadi.

Sebagai seorang guru PAK, contoh pemimpin yang tertinggi dan sekaligus model peran bagi guru PAK adalah Yesus dan tempat terbaik kemana guru PAK dapat memimpin sesama termasuk peserta didik itu sendiri adalah kepada-Nya, tetapi peserta didik akan mengikuti gurunya hanya kalau dapat dipercayai. Dan langkah pertama untuk membuat peserta didik percaya kepadanya apabila melakukan apa yang guru katakan dan juga dapat dilakukan oleh guru tersebut konsisten itulah integritas, dan itu layak di punyai guru PAK dan lebih penting lagi ini akan membantu orang lain untuk melihat Yesus dalam pribadi guru tersebut, maka dengan demikian pula Sokrates mengungkapkan bahwa, “kunci pertama menuju kebesaran,” adalah berada dalam realitas tentang apa diri kita sebagaimana yang tampak (John C. Maxwell, 1995:39). Hal ini dapat terlihat bahwa integritas adalah suatu bentuk untuk melakukan hal yang benar entah saat sendirian atau dengan orang lain akan tetap lama dengan utuh tentang apapun yang dilakukan.

Maka dengan demikian guru PAK yang berintegritas, harus menunjukan keutuhannya kejujuran dan kewibawaan terhadap peserta didik dan dengan hati pikiran dan kehendak yang tegas seperti yang dimiliki oleh Yesus baik dalam kata-kata perbuatan dan sikap hidupnya harus menjadi contoh dan teladan, maka dengan profesinya sebagai seorang guru PAK akan bertangggung jawab dan mempunyai integritas dalam melakukan tugasnya dengan baik dan benar terhadap Tuhan.


Ciri-ciri guru PAK yang berintegritas
Pribadi seorang pengajar sangat membutuhkan suatu hal yang sangat penting dan kuat dalam pribadinya, karena pengajar PAK memusatkan diri pada pengajaran iman Kristen terhadap peserta didik, sehingga seorang peserta didik mendapatkan pengajaran yang benar. Seorang pengajar PAK dapat melihat contoh dan teladan yang baik dari Yesus sebagai pribadi yang utuh dan menjadi pengajar yang agung yang membawa orang-orang terkagum-kagum akan pengajaran-Nya.
Adapun ciri-ciri guru PAK yang berintegritas menurut John C. Maxwell. Pertama, melakukan hal yang benar, entah dirinya sendirian ataupun bersama orang lain. Kedua, Melakukan hal yang benar, seandainyapun takkan ada yang tahu. Ketiga, tidak melakukan hal yang salah, meskipun orang lain tidak ketahuan. Keempat, selalu bersikap jujur dan dapat dipercaya (John C. Maxwell, 2003:24-27). Berarti seseorang akan menunjukan siapakah dirinya yang sesungguhnya dengan menunjukkannya diri dengan secara jujur dan memiliki integritas pribadi.

Begitu pula tentang perumpamaan Yesus tentang anak yang hilang (Luk 15:11-32), waktu anak itu pergi dari rumahnya ia kehilangan identitas anak bungsu ayahnya yang murah hati itu. Ketika sudah menderita dia menyadari keadaannya dia melihat dirinya dan sadar akan keadaan yang buruk pada saat itu, ia juga sadar akan identitasnya yang sebenarnya seperti ini. Maka dia bangkit dan pergi kepada ayahnya berarti keutuhan pribadinya dipulihkan oleh ingatan akan bapanya dan hasrat untuk kembali kepadanya. Dari kedua hal di atas dapat diketahui bahwa apabila seorang pengajar PAK menyadari diri hal profesinya adalah tugas yang diberikan Allah yang sangat mulia dan pengenalan guru dengan Allah dapat dituangkan ke dalam pengajarannya terhadap peserta didik, maka hal ini ia mengetahui identitas dirinya sebagai pengajar sejati.

Seomoga bermanfaat

0 Response to "Integritas Guru Pendidikan Kristen"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel